29
Aug
07

Tempat Mustajab

DI tanah suci Mekah dan Madinah, terdapat tempat-tempat mustajab (makanul mustajab) untuk memanjatkan doa atau memohon segala sesuatu kepada Allah SWT. Tempat itu adalah Hajar Aswad, Multazam, Maqam Ibrahim, Hijir Ismail, sumur Zamzam (di sekitar Kabah), Shafa, dan Marwah (areal Sa’i). Selain itu, juga Jabal Rahmah, Arafah, Mudzalifah, Mina beserta ketiga Jumrah (pada musim haji dan umrah) serta Raudlah di Masjid Nabawi Madinah.

Keberadaan makanul mustajab itu, melengkapi waktu-waktu mustajab (sa’atu mustajab) untuk berdoa di mana saja, seperti pada waktu sepertiga malam, antara azan dan iqamat, setelah salat fardu, ketika berpuasa, dalam perjalanan, dan sebagainya.Orang yang berdoa pada waktu yang tepat, apalagi di tempat yang tepat, kemungkinan besar akan mustajab. Makbul. Mendapat perkenan Allah SWT. Apalagi Allah SWT memerintahkan orang-orang untuk berdoa kepada-Nya dan niscaya mendapat pengabulan. Ud’uni astajiblakum.

Jika, ternyata doa sudah dilakukan pada waktu yang tepat, dan tepat yang tepat pula, tapi belum dikabulkan saja, mungkin ada sesuatu kendala pada diri para pendoa. Jadi, tak perlu menyalahkan waktu dan tempat, melainkan harus mengoreksi diri.

Seorang ulama sufi termashur, Ibrahim bin Adham (wafat 782 M), menunjukkan kendala-kendala yang menghalangi keterkabulan doa pada diri setiap orang yang mencakup 10 (sepuluh) macam.

1.Araftullaha wa lam tu’iddu haqqahu. Mengaku mengenal Allah, tapi tidak memenuhi hak-hak-Nya (beribadah kepada-Nya).

2.Qara’tumul Quran wa lam ta’maulu bihi. Suka membaca Alquran, tapi tak pernah mengamalkan isinya.

3.Id’aitum hubbu Rasulillahi wa taraktu sunnatuhu. Mengaku cinta kepada Rasulullah, tapi tak pernah menjalankan sunnah-sunnahnya.

4. Id’aitum udwanasy syaitani wa ata’tumuhu. Mengaku memusuhi syaitan tapi taat kepadanya.

5.Id’aitumunnajaha minannari wa ramaitum anfusakum ilaiha. Mengaku membenci neraka, tapi menjerumuskan diri ke dalamnya.

6.Id’aitum dukhulal jannata wa lam ta’maluhu. Mengaku ingin masuk surga, tapi tak pernah melakukan perbuatan yang membawa ke arah itu.

7.Qultum annal mauta haqqun wa lam tasta’iddullahu. Mengakui bahwa maut itu haq, tapi tak pernah bersiap menghadapinya.

8.Istaghaltum bi uyubi uyubi ikhawani wa la tarauna uyuba anfusikum. Sibuk memperhatikan aib orang lain, mengabaikan aib diri sendiri.

9.Akaltum ni’mataRabbikum wa lam tasykurullahu. Terus-menerus memakan nikmat Allah tapi tak pernah mensyukurinya.

10. Adafantum mautakum wa lam ta’tabiru bihim. Sering menyaksikan penguburan mayat, tapi tak pernah mengambil contoh darinya.

Itulah sepuluh kendala penghambat doa yang dikemukakan Ibrahim bin Adham, berdasarkan pengalamannya sebagai salah seorang manusia yang doanya selalu makbul. Tapi Ibrahim bin Adham pernah juga ditolak doanya, akibat sebuah kesalahan kecil di luar kesepuluh kendala tersebut.

Syekh Syihabudin al Qalyubi, penulis kitab “Al Nawadir” mengisahkan. Ibrahim bin Adham selesai beribadah di Masjidil Haram, ke luar membeli satu kilogram kurma untuk bekal di perjalanan ke Masjidil Aqsa.

Pedagang kurma yang dituju Ibrahim sudah berusia tua. Tangannya sudah gemetar ketika menimbang dan membungkus kurma. Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak dekat bungkusan kurma yang sudah dibelinya, maka diambillah kurma itu dan dimakannya. Lalu pergi. Sesampai ke Masjidil Aqsa, Ibrahim langsung menuju Kubah Sakhra akan beribadat di situ.

Dua malaikat yang ada di dekat bekas kiblat umat Islam itu, terdengar bercakap-cakap. “Itu Ibrahim bin Adham yang doanya makbul,” kata Malaikat yang satu.”Memang Ibrahim bin Adham. Tapi doanya tidak lagi makbul,” jawab Malaikat satu lagi.

“Mengapa ?” “Ia telah memakan sebutir kurma tanpa hak, sehingga bernilai kotor dan haram. Itulah penghalang kemakbulan doanya.

Ibrahim bin Adham terkejut luar biasa. Ia segera membatalkan niatnya beribadat di masjid tersuci ketiga itu. Ia teringat akan sebutir kurma yang ia makan di tempat pedagang kurma tua dekat Masjidil Haram. Ternyata kurma milik orang lain, yang belum masuk ke dalam kurma yang dikilonya.Segera ia berangkat lagi ke Mekah dengan tujuan untuk meminta penghalalan sebutir kurma tadi. Tiga bulan di perjalanan. Datang ke Mekah, pedagang kurma tua sudah meninggal.

Mudah-mudahan kita, para jamaah haji, mampu mengatasi sepuluh kendala plus menjauhi makanan haram walau senilai sebutir kurma, agar doa kita terkabul.


7 Responses to “Tempat Mustajab”


  1. 1 R. A. Fadhallah
    November 20, 2008 at 9:02 am

    sangat banyak hal yang telah kita lakukan sehingga merasa banyak penghalang di kabulkan doa kita, tapi hanya ampun dari Allah dan ma’af dari hambanya yang di harapkan sihingga disucikan semua dosa dan kesalahan oleh Allah, yaa Allah sucikan lah semua dosa hamba mu yang hina dan berlumpur dosa ini, bimbing terus untuk menghambakan diri menjalani ketaatan kepada Mu ya Allah. dan jangan dihukum kami dengan doa yang tidak mustajab

  2. 2 Stadihard
    June 4, 2010 at 3:36 pm

    Semoga Allah SWT selalu membimbing kita untuk dapat menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan tidak terkabulnya do’a kami. Amin

  3. 3 nanda
    June 22, 2010 at 11:37 am

    amin ya Allah…,,, jadikanlah doa qami makbul,,, amiin,,,

  4. 4 Kaprawi
    October 23, 2010 at 1:20 pm

    Ya Allah hambamu ini banyak dosa ,ampuni dosa hamba kalaulah 10 penyebab doa tidak dikabulkan tanpa ampunan maka doaku selalu dotolak . ya Allah hambamu mohon ampun hari Kamis ini hambamu yang berlumur dosa ini akan menunaikan ibadah haji tapi aku yyakin engkau mha pengampun ,ya Alah mapuni hamba terima kasih uhti salamun qoulam mirrobbirrohim .

  5. December 3, 2011 at 11:58 am

    BAGUS SEKALI UNTUK DIAMALKAN DALAM KEHIDUPAN KITA SEHARI-HARI.

  6. April 12, 2012 at 12:00 pm

    Assalamualaikum ukhti..
    Postingan yg sngt bagus, silakan kunjungi blog sy jg: aktapragia.blogspot.com
    Salam ukhuwah ..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Yang Poenya Blog

My Diary on Facebook

Almanak

August 2007
M T W T F S S
    Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Roelly Categori’s

Yang Pada Ngoceh

ipink on 5 Perkara Sebelum 5 Perka…
citrA on Pek Tay atau Keputihan
muhammad fareed bin… on 5 Perkara Sebelum 5 Perka…
naiffyan on 5 Perkara Sebelum 5 Perka…
Hari on Glukoma

My Mood

My Unkymood Punkymood (Unkymoods)

Kotak Amal

Blog Stats

  • 170,384 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: