Ketika seseorang yang terbiasa hidup sederhana disuatu desa tiba2 dapat durian jatuh yang membawa takdirnya di kota besar dan bergelimang harta? Itu sudah sering kita liad dikehidupan nyata ataupun disinetron2 yang tiap hari muncul bak tuyul yang u/ nakut2in orang, menjual mimpi yang tak pasti dan kontaminasi apa yang di dpt orang tersebut terhadap kehidupan yang baru nya?
Kalau orang tersebut tak kuat2 iman nya, dia akan terkena racun kehidupan di kota besar dgn Notabene katanya disebut Pergaulan Bebas, dan dgn begitu orang tersebut akan merasa dirinya hebat…. *chii…!! Itu mah orang yang bloon?* hehhehe…, Pergaulan Bebas mah boleh asal jangan smpai kebablasan dan menjual harga diri yang harusnya bernilai tinggi tapi kadang orang tanpa sadar akan melakukan kebodohan dengan merendahkan dirinya sendiri *Nauzubillah…semoga aq yg terlahir dan besar di kota besar terlindungi dari hal2 yang dpt merugikan diri sendiri dan orang lain, amiin…*
Dan itu adalah kehidupan di kota besar dengan didalam nya berbagai macam konflik kehidupan dari yang mudah teratasi sampai yang tak kunjung terselesaikan sampai sekarang *smbil pencet2 remote cari berita bagus selain sinetronan terbaru Century Of The Year… Halah lebaaayy…* kekekek…
Kehidupan kedua bila seseorang yang terbiasa hidup di jakarta dengan fasilitas serba ada dan cepat, tiba2 juga sebuah takdir membawanya kesebuah desa kecil yang minim fasilitas, apa yang orang itu harus lakukan? Mati gaya kan dia? dengan menangisi takdirnya meraung2?
Atau malah dengan bersemangatnya dia dengan berkata i will survive di kehidupan yang baru, dengan seribu macam ide yang tertanam di kepalanya u/ bisa berkarya dan berkembang walaupun tanpa di kota besar, SAYA HARUS BISA DAN SAYA MAU….
itu yang harus ditanamkan jauh di dalam lubuk hati.
Walau banyak yang menyangsikan akan kesanggupan orang tersebut yang terbiasa hidup dangan fasilitas serba ada di kota besar harus hijrah di kota kecil yang minim fasilita,
beribu macam pertanyaan pun terlontar, dari kata2 yang manis sampai kata yang sadis penuh dengan sinis dan pesimisme dgn pertanyaannya? “apa kamu sanggup? Disana gak ada supermarket? Gak ada t4 karokean? Gak ada tempat hangout dan konkow2 kl lg jenuh? disana juga km gak bisa shopping di t4 yang nyaman? Disana tuh cuma ada sawah? Gunung kl malem kamu cuma bisa dengerin jangkrik berserta teman2nya? trus kamu disana mau ngerjain apa? Mau nyangkuuul….? Mau gembalain bebek atau kambiiing…? Duh pliss deh mending kamu pikir seribu kali lagi? Orang2 desa pada kepingin hidup di kota besar dan pingin maju? Kenapa kamu yang jd punya pemikiran terbelakang gini malah nyasar di kota kecil seperti itu?”
Dan maasih banyak lagi pertanyaan2an yang terlontar u/ orang tersebut, yah memang benar sih? Semua pertanyaan itu yang merasa sangat kaget bila mendengar orang yang disayanginya dengan terbiasa hidup berfasilitas nyaman memutuskan hijrah di kota kecil, tapi itulah takdir selagi orang tersebut bisa enjoy dengan kehidupan yang barunya insya allah ini lah garis Allah Swt sdh ditentukan,
minta doa nya saja semoga orang tersebut bahagia lahir bathin dan semoga orang tersebut diterima dengan suka cita oleh orang2 di sekita t4 tinggalnya Amiiin….





iya.. iya… gw doain… semoga, siapapun dia… bisa survive di tempat barunya deh
Semoga kita dijauhkan dari segala hal yang tidak baik, amin. Salam kenal sahabat, mari mampir ketempat ku ya
Saya ikud mendoakan! Amin! ^_^
asal bahagia dimana pun g masalah..gengsi apa ga nggak nya
@Ichanx :
amiiinn… Thx yah doanya hehehhe
@Irra : Amiin… okay *meluncur ke TKP*
@Asop : Amiin, Ma’kasih
@Nung : masalah gengsi apa gak nya yah tergantung masalah individu nya masing² tapi yg harus di cari rasa bahagia lahir bathin serta nyaman itu kunci nya
aminn-aminn^^ turut mendoakannnn…
salam kenal nihh
sedang blogwalking dan ketemu blog menarik ini.. ditunggu kunjungan baliknya di http://www.ossmed.com
ikut mendoakan aja deh mba…ehehe…
Selalu semangat,,, I think you can do it
Salam semangat selalu
tetap semangat yaaa…salam kenal slalu…