Sebenernya artikel ini dah pernah aq post di blog aq yang lain, tapi gpp aq post lagi di sini n’ sebagai bahan referenci u/ temen² di www.kafemuslimah.com yang menanyakan soal pacaran n’ walaupun aq juga masih menganut sistem pacaran, tapi u/ sekarang huehuheue….dah aq tinggalkan karna itu semua buang² energi, waktu n’ aq bilang n’ menyadari kalau disaat masa pacaran adalah CINTA SEMU karna sejatinya CINTA SEJATi itu ada disaat pernikahaan…. tul kaann…?
Semoga dalam pencarian CINTA SEJATI ku ini, aq selalu istiqomah, kuat n’ dalam lindungan ALLAH SWT, Amin… n’ silakan membaca Artikel ini
ALLAH HAFIZ
Betulkah di dalam Islam ada yang namanya pacaran?
“Pacaran” adalah suatu kata yang tidak asing lagi kita dengar di kalangan remaja. Sebetulnya apa yang disebut dengan “pacaran” itu? Betulkah di dalam Islam ada yang namanya pacaran?
Pacaran diidentifikasikan sebagai suatu tali kasih sayang yang terjalin atas dasar saling menyukai antara lawan jenis. Apabila kita lihat secara sepintas dari definisi diatas mungkin dapat disimpulkan bahwa pacaran itu merupakan suatu yang wajar dilakukan dikalangan remaja. Padahal apabila kita tinjau dari sudut agama Islam, dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits ternyata tidak ada satu kalimatpun yang menjelaskan tentang pacaran.
Dalam Islam hanya ada khitbah (tunangan). Tapi khan tidak mungkin kita tunangan tanpa mengenal pribadi calon kita?. Tidak seperti itu, sebelum terjadi khitbah, di dalam Islam dianjurkan untuk berta’aruf (berkenalan) itupun kalau seandainya kita siap untuk nikah. Sebenarnya rugi kalau seandainya pacar kita itu bukan jodoh yang Allah SWT takdirkan untuk kita. Padahal kita sudah berkorban.
Islam sesungguhnya agama kasih sayang, sangat tidak adil jika kita memberikan kasih sayang itu kepada seseorang saja. Padahal umat Islam itu bersaudara, Firman Allah dalam QS Al-Hujurat : 10,
§ Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara”. Bagaimana kita bersaudara dalam Islam?
§ Saling bersilaturahmi, karena dengan bersilaturahmi dapat menumbuhkan rasa kasih sayang.
§ Saling bertausyiah, karena ketika kita lupa kita diingatkan, dan ketika orang lain lupa kita mengingatkan.
§ Saling mendo’akan.
Jadi kita harus memberikan kasih sayang kepada seluruh umat Islam di dunia ini, bukan hanya kepada seseorang dan kelompok tertentu saja.
Untuk itu, marilah kita sama-sama untuk menghindari yang namanya pacaran itu. Karena kasih sayang tidak harus diungkapkan kepada seseorang saja, tetapi kepada siapa saja. Apabila kita melakukan suatu perbuatan yang dilarang oleh agama, maka kita akan berdosa. Begitu juga pacaran, apabila kita melakukan apa yang disebut dengan pacaran, maka kita akan berdosa pula. Na’udzubillaahi min dzalik.
Oleh karena itu, hendaklah kita :
§ Menundukan pandangan.
Firman Allah dalam QS An-Nuur : 31
“Mewajibkan kita untuk menundukkan pandangan. Sabda Rasul : “Pandangan itu merupakan salah satu panah iblis.”
§ Jangan berduaan dengan lawan jenis.
§ Janganlah kamu pergi berduaan dengan lawan jenismu, sebab yang ketiganya adalah setan
§ Memperbanyak shaum sunat
Hal ini dimaksudkan agar kita selalu dapat menjaga pandangan dan menahan hawa nafsu.
Cobalah tiada lain suatu amalan yang dicintai Allah, sesungguhnya Allah akan jauh lebih mencintai kita. Carilah amalan yang disukai Allah, setelah kita tahu bahwa dalam Islam tidak ada yang namanya pacaran, cobalah untuk membatasi diri dalam hal itu. Ingatlah bahwa jangankan berpacaran, mendekatinya saja kita sudah tidak boleh. Firman Allah “Janganlah kamu dekati zina”.
Kita tidak bisa menjaga pandangan dari yang tidak halal berarti kita sudah zina mata. Begitupun dengan pendengaran, pembicaraan, hati, bila tidak kita jaga dari perbuatan yang mendekati zina, berarti kita sudah berzina. Na’udzubillaahi Min Zaliq
29 Comments
July 1, 2008 at 3:25 pm
yup setuju … ta’aruf aja mbak ..
July 1, 2008 at 11:25 pm
ehm,…pacaran? ngga tuh, cuma temen deket aja. *ngeless
sebenarnya ada hal-hal positif yang dapat dipetik jika dekat dengan pasangan, meskipun belum nikah. saling mengenal lebih dekat (tentunya ada batas-batas etika,red), belajar menerima kekuarangan maupun kelebihan berat badan (loh kok, ini gak penting. hihihii…).
pada prinsipnya, buat saia adalah saling belajar mengenal lebih dekat. perbedaan pasti ada. dari situ lah indahnya perbedaan dan bisa dipadukan. oh..indahnya
July 2, 2008 at 12:19 am
insyaAllah sy akan meraih cinta sejati itu…
very soon..
July 2, 2008 at 12:39 am
sip deh
pacaran setelah menikah
jauh lebih indah dan halal
July 2, 2008 at 6:34 am
oh…. nikmatnya pacaran setelah menikah… itu buku yang gw baca dulu..
menikah…banyak temen gw yang dah menikah… trus kapan gw menikah… hiks…hiks…
calon aja belom… wakakaka…
ga laku…. hiks…hiks…
maklum… ga ada modal buat ta’aruf bu… klo dah ada baru berani dech….. hiks..hiks…
July 2, 2008 at 9:24 am
saya rasa kalimat diatas itu seolah2 menunjukkan bahwa umat muslim takut akan setan. Maaf jika saya terlalu jujur, tapi saya tidak bermaksud menyalahkan. Ketakutan kita yang terbesar adalah Tuhan, bukan setan. Dengan kita berduaan dengan lawan jenis, kita tetap berada dalam lindunganNya, dan seharusnya sebagai umat beragama kita mampu menepis setan itu. Istilah pacaran itu kan manusia yang mendeskripsikan. Sebenernya pacaran adalah proses mengenal satu sama lain untuk menuju ke jenjang berikutnya (pernikahan bila berjodoh). Manusialah yang membuat batasan2 dalam arti pacaran sesungguhnya.
Tapi siapa yang tau jodoh kita? Apakah dengan menikah berarti dia jodoh kita? Bagaimana bila bercerai? Jadi sebenernya siapa yang bisa dikatakan sebagai jodoh yang sesungguhnya? Belum tentu orang yang menikah dengan kita adalah jodoh kita. Jodoh atau tidaknya juga tergantung pribadi keduanya. jika mau bertahan dan tetap di jalan Tuhan, pastilah bisa menghadapai badai dalam rumah tangga. Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang melebihi kemampuan umatNya. jika mereka tidak sanggup, perceraian akan menjadi solusinya, dan lantas berkata “dia bukan jodohku”…. Oh tidak….
July 2, 2008 at 9:37 am
setelah baca ni artikel, rugi deh pacaran dulu, habisin duit, di rela relain jauh sby-mlg datang, korban perasaan, tapi setelah jadi mantan pacar bisa pacaran sesuka hati tampa biaya dll…, nikah maksutnya
July 2, 2008 at 9:54 am
@theloebizz : yang sekarang ini masih dalam tahap cinta semu ya?
July 2, 2008 at 11:54 am
@fenny :
gpp kebebasan berpendapat kok disini, jadi santai aja… cuma itu islam, sebenarnya dalam masalah ini tidak membahas takut Setan atau Tuhan… cuma, di Islam tidak ada kamus dalam meraih Jodoh qt dengan cara berpacaran n’ Islam tau hanya Perkenalan atau Ta’aruf.
insya allah, Tuhan akan menentukan jalan yang terbaik u/ Umatnya yang Mau ber ISTIQOMAH di jalannya, Amin
U/ dapat menjalankan Ta’aruf itu bisa melalui orang² yang dekat dengan kita n’ orang yang akan qt tuju istilahnya sekarang Mak Comblang, tapi comblang qt ini lebih baik yang benar² bisa memegang amanah, Misalnya Kakak, Adik, Ustad, Ustazah atau malah bisa kedua orang tua qt.
Nah dalam usaha Ta’aruf itu qt bisa diselingin dengan SOLAT ISTIQARAH
July 2, 2008 at 12:01 pm
@ tintin : yuukk… (loh…!!!)
, Good luck u/ perbedaan yang Indah
heuheuheue, moga jadi keluarga yang sakinah yach bro…
@ Erick : Kebebasan berpendapat dijunjung tinggi
@theloebizz : Amin… semoga di mudahkan yach bu… dalam mencari cinta sejati mu
@ achoey : heuheue Yoi…. itu lebih halal pa…?
@ masenchipz : bersabar … insya allah di mudahkan
@ mikow : ????
@ rwin :
July 3, 2008 at 6:23 am
Saya tidak sepenuhnya setuju dengan isi artikel di atas. Namun, kita bersaudara sebagai sesama muslim. Jadi, saya takkan mengajak berdebat di sini.
Salam ukhuwah
July 3, 2008 at 6:35 am
@ m. shodiq : gpp santai aja mas, disini menjunjung tinggi kebebasan berpendapat tapi tetap di jalurnya
, Afwan banget kalau ada kekurangan disana sini …
July 3, 2008 at 7:37 am
Itulah mbak ly,..garam itu terasa asin hanya bagi orang yang bisa merasakan bahwa garam itu asin,…tapi tidak berlaku bagi orang yang tidak pernah tahu bahwa garam itu asin,…
saya setuju dg mbak,.. karena buku mahal harganya jika masih tersampul dengan rapat, tidak bagi buku yang sampulnya telah rusak,…
dijawaaab….:D
,
, Nauzubillah minzalik dech
yah iyalaahh.. garam asin kalau manis ma gula donk
Nah itu dia bagaimana qt sebagai wanita harus menjaga jangan sampai rusak dikarnakan “ATAS NAMA CINTA” mengorbankan semuanya
July 3, 2008 at 8:10 am
pacaran?
saya juga dulu sempet pacaran..
tapi sekarang?
heuh.. ga deh
walaupun ada yang saya suka.
tapi berusaha sekuat mungkin untuk ga ngejalanin itu dan… simpan dalam hati aja (simpati)
walopun jujur masih ngarep sih dia yang jadi suami saya heu..heu..*hush*
ga dink… pokonya yang terbaik aja deh saya minta.
aamiin..
dijawaaab….
amiiiiinn…. semoga di ridhoin…. sabar aja yach jeng
July 4, 2008 at 1:53 am
Hush! Numpang tidur di rumah orang… :p
Pacaran ya? jangan lah … cape kayaknya
) gk pernah pacaran soalnya, tapi tahu rasanya gimana kalau udah keedanan makhluk yang namanya wanita. Kapok. Tobat….
dijawaaaab….
heuheuhue abis ngantuk berat neeehh…. :p
wah donny …jangan mengintimidasi wanita seperti itu doonkk….., kami sebagai seorang perempuan juga akan menyalahkan pria yang suka menggoda kami
…. n’ akhirnya kami pun tergoda… n’ skrg ampuuuuuunn… tobat sayaaaaaahh
July 4, 2008 at 7:00 am
pacaran? gak ada salahnya….
asal dijalani setelah terikat dalam tali pernikahan.
jadi keingat satu judul buku “Indahnya pacaran setelah menikah”
bagaimana rasanya? saya blom tahu, karna saya belum menikah, he..he..
yang pasti tentu lebih indah, lebih tenang, halal, berkah dan gak perlu was-was dan takut ketika dipergoki oleh petugas keamanan saat berduaan. khan sudah punya bukti surat nikah!he..he..
dijawaaab….
yup betoooll…..
pacaran setelah menikah lebih indah rasanya….
saya setuju sekali…. semoga qt bisa beristiqomah menjadi semua itu
July 5, 2008 at 7:57 am
habis ini malem minggu..
jadi..
dijawaabb….
trus kalau malem minggu kenapa…. kalau menurut kuu…. malam panjang bisa leyeh² di depan tv sambil nonton dvd berbagai macam film , n’ bisa ngerumpi bareng ma keluarga…
jadi gak ngaruuuuuuuuuhh tuuhh…. mau ini malam, malam apa…. heuhuehe
July 5, 2008 at 2:34 pm
untung gw gak laku… jadi ada alesan untuk ngedukung postingan ini… hihihi
di jawaaab….
heuheue terima kasih atas dukungannyaaa..
July 8, 2008 at 1:03 pm
ada orang gila melesetin , kalo cuma deket aja ma jina emang ga boleh, makanya yang jina banyak terus. Astagfirullah.
dijawaaab….</strong>
weks…. siapa yang gila oomm…., duh moga² daku di jauhkan dari kesesatan itu
July 9, 2008 at 2:02 am
makanya, kawin aja, hayo.. *ajakan ke jalan yg benar*
di jawaaab….
waahh…. “kawin” apa nikah neehh ….??? heuuehue :p
July 20, 2008 at 8:00 am
hmmm saya masih terus beberapa kali sudah pacaran dalam masa kehidupan ini bu…
saya tau sebenarbenarnya tau… tapi masih tidak mampu… paling tidak saya percaya dengan diri sendiri… saya tau diri saya…
dan… semoga yang kali ini adalah yang terakhir kali
doain yah bu goal nih taun depan…
AMIEN
–>> amiin… semoga di mudahkan yach bu… tapi jangan lupa undangannya di lempar yach ke jakarta
July 20, 2008 at 10:16 am
ta’aruf.. OMG..!
ituh harus siap mental banget coz ini bagaikan bel kucing dalam karung..
sriuzzz! temen gw merit dpt jodoh dr ta’aruf dan ternyata.. ugh! ga banget!
yah mo diapain lg.. nasi udah jd bubur, ya nikmatin ajah tu bubur walo cuman pk kecap..
antara ikhlas & ngga, ya terpaksa pasrah..
jd buat gw sih.. ta’aruf? no!
gw hrs tau da A-Z.. baru bisa putuskan utk blg : yes i do
piiizzz
—->> huheuheuhue wokeh deh.. mpok… atur ajeee…. kite mah orangnye asik² aje jeeekk… huehuehe
August 4, 2008 at 3:56 am
kpan bisa nikah
—>>> pertanyaan simple tapi… bikin grogi jawabnya huehuehu :p
August 7, 2008 at 4:38 am
Pacaran atau Ta’aruf ?
Jangan terjebak dengan konteks bahasa dan pola pemikiran gaya orang2 pada umumnya sekarang dalam memahami dan melakoni yang namanya PACARAN.
Memang benar dalam Islam tidak ada istilah PACARAN, tetapi bagaimana anda bisa mengatakan TA’ARUF ? Terjadi proses pemikiran mencari padanan kata yang mendekati istilah PACARAN, oleh sebab itu anda mengatakan dalam Islam yang ada adalah TA’ARUF.
PACARAN atau TA’ARUF sebenarnya memiliki proses yang sama yaitu proses perkenalan sebelum menuju ke proses yang lebih tinggi jenjangnya.
Jangan karena melihat secara umumnya gaya pacaran anak2 jaman sekarang, sehingga anda salah memahami istilah PACARAN.
Apapun istilahnya jika salah dalam memahami dan melakoni istilah tersebut, yang salah bukan istilahnya. Yang salah adalah para pelaku yang salah memahami dan salah dalam melakoni.
Jadi tidak salah dong kalo kita PACARAN, tetapi pacaran yang sehat disesuaikan dengan ajaran yang kita anut masing.
August 27, 2008 at 6:16 am
sebenarnya pacaran itu adalah ajakan setan, kalo udah terbuai ajakan setan, susyah buat lepas dari belenggu setan! ykin deh!
makanya jangan mendekat apalagi mencoba! BAHAYA!!!
eh, apalagi klo tiba” ajal dateng kita masih dalam status pacaran..ugh gx bgts deh! nyesellllll!
gak takut azab dikubur+akhirat???
((Allah maha melihat, Ia menyaksikan apa saja yang qt lakukan, walau ditmpat sepi ataupun gelap))
September 19, 2008 at 6:45 am
Assalamu’alaikum, salam ukhuwah buat semuanya
Saya setuju baget tuh sama artikel itu, mungkin klo yang masih bingung bisa dilihat dalil-dalilnya + pembahasannya juga di alamat
http://alikhwahonline.blogspot.com
Insyaallah bermanfaat
September 29, 2008 at 4:05 pm
oke…
memang enak pacaran setelah menikah
soalnya kalau pacaran sebelum menikah
kurang siiiiiiiiiiiiiiiiiippppp
—>> sip… tapi aq lom bisa ngerasain tuh pacaran setelah nikah heuheeuh :p
heeeee
October 13, 2008 at 7:36 am
[...] Pola pacaran islami (alias tanazhur) dengan model kerjasama ala Khadijah-Muhammad itu dapat kita jadikan teladan. Dengan si dia yang Anda sayangi, Anda dapat menjalin kerjasama bisnis, belajar bersama, atau pun melakukan kegiatan bersama lainnya yang membawa manfaat sebesar-besarnya. Justru kalau Anda hanya bertaaruf dengan si dia tanpa interaksi yang mendalam, maka Anda belum sepenuhnya memenuhi Sunnah Nabi tersebut. [...]
November 13, 2008 at 12:20 pm
Salah seorang sahabat kami baru saja menulis sesuatu tentang Taaruf dan Pacaran, silakan di cek.