Archive for August, 2007

29
Aug
07

Renungan Pernikahan!!!

  NASEHAT UNTUK CALON SUAMI

Pernikahan atau Perkawinan
Menyingkap tabir rahasia…..
Istri yang akan kau nikahi, tidaklah semulia khadijah tidak setaqwa Aisyah
Pun tidaklah setabah Fatimah, apalagi secantik Zulaikha
Justru calon istrimu hanyalah Wanita Akhir Zaman, yang punya cita-cita menjadi Shalehah

 

Pernikahan dan Perkawinan
Mengajar kita kewajiban bersama….
Istri menjadi tanah, engkaulah langit penaungannya, istri lading tanaman, engkau pemagarnya
Istri kiasan ternak, engkau gembalanya, istri adalah murid, engkau adalah mursyidnya,
Istri bagaikan anak kecil yang manja, engkaulah tempat bermanjanya
Saat istri menjadi madu, kau reguklah sepuasnya, seketika istri menjadi racun, engkaulah penawar bisanya,
Andai istri tulang yang bengkok, berhati-hatilah kau meluruskannya

 

Pernikahan dan perkawinan
Menginsyafkan kita perlunya Iman dan Taqwa, untuk belajar meniti sabar dan Ridha ALLAh SWT
Karena memiliki istri yang tak sehebat mana, justru kau akan tersentak dari alpa….
Engkau bukanlah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam, pun bukanlah Sayyidina Ali
Engkau Cuma Pria akhir Zaman yang berusaha menjadi Shaleh…..

  NASEHAT UNTUK  CALON ISTRI 

Pernikahan atau Perkawinan
Membuka tabir rahasia…
Suami yang akan menikahimu, tidaklah semulia Muhammad SAW, tidak setaqwa Ibrahim
Pun tidak setabah Ayyub ataupun segagah Musa, apalagi setampan Yusuf
Justru calon suamimu hanyalah Pria Akhir Zaman, yang punya cita-cita membangun keluarga Sakinah

 

Pernikahan atau Perkawinan
Mengajar kita kewajiban bersama….
Suami menjadi pelindung, engkaulah penghuninya, suami adalah nakhoda kapal, engkaulah navigatornya
Suami bagaikan balita nakal, engkaulah penuntun kenakalannya,
Saat suami menjadi raja, nikmatilah anggur singgasananya
Seketika suami menjadi bias, engkaulah penawar racunnya
Andai suami masinis yang lancang, sabarlah mengingatkannya

 

Pernikahan atau Perkawinan
Mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa, untuk belajar meniti sabar dan Ridho Allah SWT
Karena memiliki suami yang tak segagah mana, justru kau akan tersentak dari alpa…..
Engkau bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna dalam mejaga,
Pun bukanlah Hajar yang setia dalam sengsara
Engkau Cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi Shalehah
29
Aug
07

Tempat Mustajab

DI tanah suci Mekah dan Madinah, terdapat tempat-tempat mustajab (makanul mustajab) untuk memanjatkan doa atau memohon segala sesuatu kepada Allah SWT. Tempat itu adalah Hajar Aswad, Multazam, Maqam Ibrahim, Hijir Ismail, sumur Zamzam (di sekitar Kabah), Shafa, dan Marwah (areal Sa’i). Selain itu, juga Jabal Rahmah, Arafah, Mudzalifah, Mina beserta ketiga Jumrah (pada musim haji dan umrah) serta Raudlah di Masjid Nabawi Madinah.

Keberadaan makanul mustajab itu, melengkapi waktu-waktu mustajab (sa’atu mustajab) untuk berdoa di mana saja, seperti pada waktu sepertiga malam, antara azan dan iqamat, setelah salat fardu, ketika berpuasa, dalam perjalanan, dan sebagainya.Orang yang berdoa pada waktu yang tepat, apalagi di tempat yang tepat, kemungkinan besar akan mustajab. Makbul. Mendapat perkenan Allah SWT. Apalagi Allah SWT memerintahkan orang-orang untuk berdoa kepada-Nya dan niscaya mendapat pengabulan. Ud’uni astajiblakum.

Jika, ternyata doa sudah dilakukan pada waktu yang tepat, dan tepat yang tepat pula, tapi belum dikabulkan saja, mungkin ada sesuatu kendala pada diri para pendoa. Jadi, tak perlu menyalahkan waktu dan tempat, melainkan harus mengoreksi diri.

Seorang ulama sufi termashur, Ibrahim bin Adham (wafat 782 M), menunjukkan kendala-kendala yang menghalangi keterkabulan doa pada diri setiap orang yang mencakup 10 (sepuluh) macam.

1.Araftullaha wa lam tu’iddu haqqahu. Mengaku mengenal Allah, tapi tidak memenuhi hak-hak-Nya (beribadah kepada-Nya).

2.Qara’tumul Quran wa lam ta’maulu bihi. Suka membaca Alquran, tapi tak pernah mengamalkan isinya.

3.Id’aitum hubbu Rasulillahi wa taraktu sunnatuhu. Mengaku cinta kepada Rasulullah, tapi tak pernah menjalankan sunnah-sunnahnya.

4. Id’aitum udwanasy syaitani wa ata’tumuhu. Mengaku memusuhi syaitan tapi taat kepadanya.

5.Id’aitumunnajaha minannari wa ramaitum anfusakum ilaiha. Mengaku membenci neraka, tapi menjerumuskan diri ke dalamnya.

6.Id’aitum dukhulal jannata wa lam ta’maluhu. Mengaku ingin masuk surga, tapi tak pernah melakukan perbuatan yang membawa ke arah itu.

7.Qultum annal mauta haqqun wa lam tasta’iddullahu. Mengakui bahwa maut itu haq, tapi tak pernah bersiap menghadapinya.

8.Istaghaltum bi uyubi uyubi ikhawani wa la tarauna uyuba anfusikum. Sibuk memperhatikan aib orang lain, mengabaikan aib diri sendiri.

9.Akaltum ni’mataRabbikum wa lam tasykurullahu. Terus-menerus memakan nikmat Allah tapi tak pernah mensyukurinya.

10. Adafantum mautakum wa lam ta’tabiru bihim. Sering menyaksikan penguburan mayat, tapi tak pernah mengambil contoh darinya.

Itulah sepuluh kendala penghambat doa yang dikemukakan Ibrahim bin Adham, berdasarkan pengalamannya sebagai salah seorang manusia yang doanya selalu makbul. Tapi Ibrahim bin Adham pernah juga ditolak doanya, akibat sebuah kesalahan kecil di luar kesepuluh kendala tersebut.

Syekh Syihabudin al Qalyubi, penulis kitab “Al Nawadir” mengisahkan. Ibrahim bin Adham selesai beribadah di Masjidil Haram, ke luar membeli satu kilogram kurma untuk bekal di perjalanan ke Masjidil Aqsa.

Pedagang kurma yang dituju Ibrahim sudah berusia tua. Tangannya sudah gemetar ketika menimbang dan membungkus kurma. Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak dekat bungkusan kurma yang sudah dibelinya, maka diambillah kurma itu dan dimakannya. Lalu pergi. Sesampai ke Masjidil Aqsa, Ibrahim langsung menuju Kubah Sakhra akan beribadat di situ.

Dua malaikat yang ada di dekat bekas kiblat umat Islam itu, terdengar bercakap-cakap. “Itu Ibrahim bin Adham yang doanya makbul,” kata Malaikat yang satu.”Memang Ibrahim bin Adham. Tapi doanya tidak lagi makbul,” jawab Malaikat satu lagi.

“Mengapa ?” “Ia telah memakan sebutir kurma tanpa hak, sehingga bernilai kotor dan haram. Itulah penghalang kemakbulan doanya.

Ibrahim bin Adham terkejut luar biasa. Ia segera membatalkan niatnya beribadat di masjid tersuci ketiga itu. Ia teringat akan sebutir kurma yang ia makan di tempat pedagang kurma tua dekat Masjidil Haram. Ternyata kurma milik orang lain, yang belum masuk ke dalam kurma yang dikilonya.Segera ia berangkat lagi ke Mekah dengan tujuan untuk meminta penghalalan sebutir kurma tadi. Tiga bulan di perjalanan. Datang ke Mekah, pedagang kurma tua sudah meninggal.

Mudah-mudahan kita, para jamaah haji, mampu mengatasi sepuluh kendala plus menjauhi makanan haram walau senilai sebutir kurma, agar doa kita terkabul.

28
Aug
07

Adikku Sayang Adikku Malang!!!

Adikku sayang….
Kenapa ini semua harus terjadi….???
Kenapa kau melangkah terlalu jauh…???
Kenapa Kamu ngecewain keluarga besar kita….???
Kenapa Kamu membuat Mama menangis….???
Hati ini sayang…. sangat amat kecewa, sedih, hancur…..
Tapi apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur
Kamu harus mempertanggung jawabkan semuanya
Kamu harus bisa survive dengan pilihanmu sendiri
Adikku sayang…..
Satu pesan n’ pinta dari kakak mu ini…..
Jangan pernah lagi buat mama kita mengeluarkan air mata kesedihan
Biarkan air mata mama keluar untuk kebahagiaan kita….
Adikku sayang….
Kini kamu akan jadi kepala rumah tangga
Jadilah pemimpin yang sholeh, bijak dalam menghadapi setiap masalah
Bimbinglah keluargamu untuk menggapai RIDHONYA
Satu yang kamu harus tau kami semua akan selalu mendo’akan kamu
Semoga menjadi keluarga Shakinah, Mawadah dan Warohmah
27
Aug
07

Sang Pengelana

Awan hitam membentuk segumpal mendung
Yang menyelimuti langit dan siap untuk
Menumpahkan isi langitnya ke BUMI 
Dan ketika itu selintas Wanita Sang Pengelana
Terdiam berdiri tak bergeming
Walau hujan badai telah menyiram sekujur tubuhnya
Seketika itu pula terhempas sebongkah Belati
Menghujam hatinya 
Tapi kenapa belati itu tak tampak di penglihatan ?
Dan pada saat itu pun Wanita Sang Pengelana
Menjerit dan menangis dengan histeris sambil berucap
” TOLONG !!! Jangan Kau Tancapkan Belati itu Pada Ku ….” 
Dan terdengar jelas rasa ketakutan dan kesakitannya
Semua binggung melihat Wanita sang pengelana
Dan bertanya – tanya “Seperti apakan Belati yang menghujam hatinya ?” 
Karna kita semua tahu Wanita sang Pengelana
Ketika dulu tak pernah mengenal kata menyerah / putus asa
Menikmati hidup dengan santai dan apa ada nya
Namun semua orang heran melihatnya
Mengapa Wanita Sang Pengelana seperti itu 
Namun ketika semuanya menyadari
Bahwa Belati yang dimaksudnya
Bukanlah belati benda tajam
Namun “Sebuah Kata-kata Tajam”  
Yang terlontar dari mulut maniz
Seorang pria yang sangat ia cintainya 
Dan apakah Wanita sang Pengelana itu
Akan kembali bangkit dari rasa kesakitannya?
Allahualam hanya dirinya dan Allah SWT yang tahu semunya